Sunday, December 16, 2012

Habermas: Secuil Pesan Menuju Masyarakat Komunikatif


Habermas selalu menggagas konsep komunikasi bertujuan. Komunikasi adalah cara Habermas mempertemukan teori dengan praksis, dan konsep deterministik atau bertujuan dalam komunikasi ditunjukkan dengan adanya konsep kesepakatan dalam komunikasi antara banyak pihak. Demi tercapainya objektifitas.
Ciri deterministik komunikasi oleh Habermas adalah adanya beberapa klaim yang perlu dipenuhi objektifitas diskursus. Yaitu, klaim kebenaran, klaim kejujuran, klaim ketepatan, dan klaim komprehensif. Klaim komprehensif adalah klaim akhir yang merupakan pengintegrasian atas klaim-klaim yang disebutkan sebelumnya.
Habermas menerapkan prinsip deterministik adalah dalam rangka menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat. Dan dengan konsep determinisme inilah ancang-ancang pengelolaan sistem bisa dirumuskan secara logis.
Unsur-unsur ketertiban sosialnya antara lain, masuknya konsep Habermas ke dalam ranah hukum dan politik yang deliberatif, dan sekali lagi deterministik.
Tetapi determinisme Habermas ini memiliki keempat klaim yang mesti dipenuhi bersama, dan Habermas menekankan bahwa klaim-klaim itu sangat perlu dan yang terpenting adalah tercapai dengan adanya garansi diskursus deliberatif.
Makna deliberasi adalah, saat setiap pihak bisa mengajukan argumentasinya tanpa ada represi, tanpa ada kekhawatiran atau potensi ancaman, jadi masing-masing juga mesti bisa dikritik dan rela menerima kritik tanpa dendam.
Habermas menunjukkan bahwa perubahan dengan sebuah tindakan komunikatif dalam masyarakat adalah perubahan yang dilakukan (praksis) tanpa revolusi yang cenderung destruktif, akan tetapi praksisnya komunikasi adalah melalui adu argumentasi.
Kenapa argumentasi? karena itulah cara klaim-klaim kebenaran dapat diperjuangkan secara fair. Karena sebagaimana refleksi Hegelian yang dilakukan Habermas, bahwa, kesadaran itu berkembang, kebenaran yang Anda katakan saat ini adalah kebenaran menurut kesadaran Anda saat ini, dan kesadaran Anda akan terus berkembang seiring laju perkembangan argumentasi. Dan Habermas memperlihatkan refleksi Hegelian dalam bentuk praksisnya, dengan argumentasi maka satu pihak bisa menyadarkan pihak lainnya, dan begitu sebaliknya, seterusnya.
F.B. Hardiman adalah satu filosof yang terus melakukan kajian terhadap pemikiran Habermas, bisa dikatakan, dialah pembawa panji pemikiran Habermas, sosok yang mempromosikan pemikiran Jurgen Habermas di Indonesia. [sarung]

No comments:

Hukum Penalaran dan Ilmu Hukum

  Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut ultricies efficitur nunc id accumsan. Aliquam quis facilisis felis. Integer...