Bis malam terkadang cukup menyeramkan, seperti kisah seorang teman.
Saturday, October 19, 2013
Sunday, July 21, 2013
Semua Orang pada Dasarnya Baik
Kali ini saya akan mulai mengkaji tentang kriminologi kritis, bisa dikatakan kritis, bagi saya, selama itu berusaha mengajak siapa pun yang menyimak tulisan di blog ini untuk mulai mengkritisi dengan membangun akar yang lebih kuat melalui kritik terhadap kajian hukum pidana yang berkait erat dengan definisi-definisi kejahatan serta bagaimana cepatnya ruang sosial berkembang dan melaju dengan cepat bersama kejahatan dan kemuslihatan manusia di dalamnya.
Hukum pidana (terutama) berangkat dari adanya kejahatan di dalam masyarakat, hukum akan memburu kejahatan di dalam masyarakat, mengatasinya memerlukan dasar yang luas. Kita tidak sedang berada dalam sebuah masyarakat yang homogen dan tanpa pilah-pilahan dalam ruang sosial, kita tidak bisa menyamakan nilai secara umum, tetapi yang bisa kita lakukan adalah menjunjung tinggi nilai-nilai umum kemanusiaan dalam penanganan tindak kejahatan. Hukum pidana tidak bekerja sendiri dalam mengatasi dan mengelola ruang sosial yang lebih baik dari keresahan atas potensi kejahatan yang semakin banyak dan terus berkembang. Hukum selalu relatif terhadap ruang lingkup diterapkannya hukum tersebut, dan ruang lingkup hukum pidana adalah ruang sosial, dan kejahatan yang diatasnya adalah kejahatan yang pengaruh kerugiannya tidak hanya material, tetapi juga mental.
Dengan asumsi tersebut kajian kejahatan yang dimaksudkan dalam kriminologi adalah kajian yang bertujuan menangani dan mengontrol kejahatan di dalam masyarakat dan alat represifnya adalah hukum dengan tangan kuatnya berupa kekuasaan Negara.
Hukum pidana (terutama) berangkat dari adanya kejahatan di dalam masyarakat, hukum akan memburu kejahatan di dalam masyarakat, mengatasinya memerlukan dasar yang luas. Kita tidak sedang berada dalam sebuah masyarakat yang homogen dan tanpa pilah-pilahan dalam ruang sosial, kita tidak bisa menyamakan nilai secara umum, tetapi yang bisa kita lakukan adalah menjunjung tinggi nilai-nilai umum kemanusiaan dalam penanganan tindak kejahatan. Hukum pidana tidak bekerja sendiri dalam mengatasi dan mengelola ruang sosial yang lebih baik dari keresahan atas potensi kejahatan yang semakin banyak dan terus berkembang. Hukum selalu relatif terhadap ruang lingkup diterapkannya hukum tersebut, dan ruang lingkup hukum pidana adalah ruang sosial, dan kejahatan yang diatasnya adalah kejahatan yang pengaruh kerugiannya tidak hanya material, tetapi juga mental.
Dengan asumsi tersebut kajian kejahatan yang dimaksudkan dalam kriminologi adalah kajian yang bertujuan menangani dan mengontrol kejahatan di dalam masyarakat dan alat represifnya adalah hukum dengan tangan kuatnya berupa kekuasaan Negara.
Monday, May 13, 2013
Thursday, May 9, 2013
Noam Chomsky vs Foucault "Justice vs Power"
when watching, Foucault unable explain in English fluently, there's 'caption menu under the time line of the video, you can turn on to activate, for helping in understanding. only available in France to English.
Democracy, Solidarity and the European Crisis
Here the video of the presentation of lecture delivered by Professor Jürgen Habermas on 26 April 2013 in Leuven.
[some others related link from Leuven website:]
Some pictures from the Leuven for the visit of Professor Jürgen Habermas on 26 April 2013:
[some others related link from Leuven website:]
- Democracy, Solidarity and the European Crisis (full written speech of Professor Jürgen Habermas on 26 April 2013 in Leuven)
- Jürgen Habermas: "Germany holds the key to the fate of the European Union"Interview with Jürgen
- Habermas: "Europe is no longer an elite project"
Some pictures from the Leuven for the visit of Professor Jürgen Habermas on 26 April 2013:
Saturday, December 22, 2012
Cinta, Ibu, Marah, Merah
Ada sebuah kisah sederhana, ini kisah seorang anak lelaki dan ibunya di sebuah sisi bukit, di suatu sore, si ayah belum juga pulang.
anak lelaki itu tak pernah gelisah dengan cinta si ayah, "ayah sayang kamu" kata ayahnya setiap berangkat tidur. tetapi ibunya terkadang memarahinya, karena ulahnya.
sore itu, anak lelaki yang belum beranjak dari usia kanak-kanak itu menghabiskan waktu di atas pohon mangga besar samping rumah, dari satu cabang yang ia susuri sesore itu ia dapati beberapa mangga ranum. "Ibu...!" ia memanggil sang ibu tiga kali, dengan secepat mungkin si ibu berlari menuju si anak, wajahnya memerah karena marah.
Anak lelakinya berkata, melirih, setelah melihat kemarahan di wajah ibu. "ibu... banyak mangga di sini, untuk ibu". perlahan dan rapinya langkah, si anak turun, karena merah wajah ibu.
anak lelaki itu tak pernah gelisah dengan cinta si ayah, "ayah sayang kamu" kata ayahnya setiap berangkat tidur. tetapi ibunya terkadang memarahinya, karena ulahnya.
sore itu, anak lelaki yang belum beranjak dari usia kanak-kanak itu menghabiskan waktu di atas pohon mangga besar samping rumah, dari satu cabang yang ia susuri sesore itu ia dapati beberapa mangga ranum. "Ibu...!" ia memanggil sang ibu tiga kali, dengan secepat mungkin si ibu berlari menuju si anak, wajahnya memerah karena marah.
Anak lelakinya berkata, melirih, setelah melihat kemarahan di wajah ibu. "ibu... banyak mangga di sini, untuk ibu". perlahan dan rapinya langkah, si anak turun, karena merah wajah ibu.
Sunday, December 16, 2012
Habermas: Secuil Pesan Menuju Masyarakat Komunikatif
Habermas selalu menggagas konsep komunikasi bertujuan. Komunikasi adalah cara Habermas mempertemukan teori dengan praksis, dan konsep deterministik atau bertujuan dalam komunikasi ditunjukkan dengan adanya konsep kesepakatan dalam komunikasi antara banyak pihak. Demi tercapainya objektifitas.
Ciri deterministik komunikasi oleh Habermas adalah adanya beberapa klaim yang perlu dipenuhi objektifitas diskursus. Yaitu, klaim kebenaran, klaim kejujuran, klaim ketepatan, dan klaim komprehensif. Klaim komprehensif adalah klaim akhir yang merupakan pengintegrasian atas klaim-klaim yang disebutkan sebelumnya.
Habermas menerapkan prinsip deterministik adalah dalam rangka menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat. Dan dengan konsep determinisme inilah ancang-ancang pengelolaan sistem bisa dirumuskan secara logis.
Unsur-unsur ketertiban sosialnya antara lain, masuknya konsep Habermas ke dalam ranah hukum dan politik yang deliberatif, dan sekali lagi deterministik.
Tetapi determinisme Habermas ini memiliki keempat klaim yang mesti dipenuhi bersama, dan Habermas menekankan bahwa klaim-klaim itu sangat perlu dan yang terpenting adalah tercapai dengan adanya garansi diskursus deliberatif.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Hukum Penalaran dan Ilmu Hukum
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut ultricies efficitur nunc id accumsan. Aliquam quis facilisis felis. Integer...
-
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut ultricies efficitur nunc id accumsan. Aliquam quis facilisis felis. Integer...
-
SetupQuranInWord2003-2007.exe Application (.EXE) ..... File size: 968.26 KB Uploaded: 2007-11-11 17:48:31 Uploaded From: ..... About ...
-
Judul Buku: Krisis Legitimasi Penerbit: Qalam, Yogyakarta, 2004 Tebal: x + 380 halaman Dalam buku ini Habermas menegaskan bahwa anal...

