Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Saturday, April 26, 2014

Edward Snowden Rektor Universitas Glasgow

Kabar menarik muncul dari Glasgow, Skotlandia. Di Universitas Glasgow sebagaimana diuraikan dalam ulasan di Russia Today (RT.com) dikabarkan bahwa telah dilaksanakan inagurasi bagi rektor Universitas Glasgow yang baru, yaitu Edward Snowden.

Kita ingat bagaimana tokoh kontroversial ini telah banyak disebut pahlawan, whistleblower, pembangkang, pengkhianat, bahkan juga patriot.

Snowden telah membocorkan

Wednesday, December 5, 2012

Facebook dan Google: Ancaman Demokrasi


The Register --- Julian Assange melihat bahwa demokrasi tengah dalam keadaan bahaya dengan adanya monitoring pemerintah atas internet, dan Facebook maupun Google membantu proses pemantauan itu.
Assange menjelaskan keyakinannya bahwa bangsa-bangsa kini mendapat pengawasan dalam skala yang sangat besar, karena “lebih menghemat biaya untuk menangkap tiap orang dari pada mengambil beberapa orang untuk memata-matai.”

Tuesday, August 30, 2011

facebook, twitter, dan kesabaran ummat dalam perbedaan lebaran

Kebetulan saya secara statistik tidak terdata jadi warga salah satu ormas Islam. Dan keributan di facebook maupun twitter sudah terasa.
Ribut soal perbedaan lebaran tidak sepanas tahun lalu, yang sebenarnya juga berbeda.
Sebenarnya tidak sepanas ini saya rasa, perbedaannya adalah kita berada dalam ruang publik yang lebih terbuka dan informatif, interaktifitas antara satu dan lainnya juga lebih terbuka luas.
Semua jadi mudah heboh dan bergejolak dengan adanya persebaran masalah yang ada. Semakin tinggi komunikasi maka perselisihan paket data yang dikirimkan akan semakin beragam dan masing-masing beda akan menciptakan mainstream sendiri-sendiri, dengan ketegangan masing-masing yang berbeda-beda (dengan banyak kata ulang, dan dengan tingginya perulangan informasi).
Tidak lagi membahas perbedaan cara pandang dalam menyelesaikan permasalahan penentuan awal bulan dan akhir bulan, pokok informasinya adalah sekedar berbeda dan keterkaitannya dengan berbagai hal khas Ramadhan dan 1 Syawal yang dielu-elukan.
Media / Jejaring Sosial di dunia maya memiliki ruang-ruang emosionalnya sendiri-sendiri. Kedekatan di antara satu pemilik akun dengan pemilik akun lainnya akan mampu menularkan ekspresi kegelisahannya atau kebijaksanaannya dalam memandang permasalahan ini. Terkadang penularan itu terlalu meledak dengan cepat, dan menjadi trend di twitter. Dan di Facebook lebih marak dengan perujukan informasi kepada sumber data di luar situs tersebut, yang tetap bisa fleksibel memainkan peran keterhubungannya dengan twitter.




Dan ternyata
Dan sekali lagi media jejaring social maya menjadi ruang kritik yang tajam terhadap keputusan MUI untuk mengeksekusi jatuhnya 1 Syawal pada 31 Agustus 2011. Ada kritik tajam terhadap konsep kepercayaan dan kepatuhan masyarakat muslim kepada "Ulil Amri", di saat otoritas pemerintah telah mulai hilang dan surut dari hati masyarakat, apakah bisa kita disalahkan dan dituduh rendah dengan memakai pendapat yang populer dalam mengambil sikap terhadap penentuan akhir Ramadhan?
Sekali lagi, saya bukanlah seorang yang mengikuti erat pada pendapat salah satu ormas Islam negeri ini, tetapi saya menghargai perbedaan dan tidak ingin perbedaan justru diperumit dengan penetapan 1 Syawal pada malam saat sebagian yang lain sudah menentukan bahwa dua jam yang lalu sudah 1 Syawal.
Melalui MUI yang notabene adalah Islam-nya pemerintah, atau kebenaran ALLAH Swt yang hadir kepada ummat Indonesia (dengan berbagai filter politis tentunya). Keadaan menjadi pelik.
Tidak hanya Muhammadiyah yang menjalankan Shalat Ied esok tadi (30 Agustus 2011) tetapi ada ribuan warga NU di Jawa Timur yang juga melaksanakannya (silakan baca: link ini), tetapi berhubung ketetapan pemerintah dan PBNU adalah sejalan dan sepakat untuk menetapkannya di hari Rabu, maka jumlah ummat yang ada di luar keputusan MUI adalah tidak minor, bisa jadi 50:50.
Dan pemerintah melalui otoritas MUI menang melalui poling dan penalaran mereka (dengan beberapa tokoh di dalamnya yang bertanggungjawab menentukan arah gerak ummat) siap menanggung kesalahan jamaahnya, yang dikarena kelalaian atau keangkuhan dalam memegang mandat.

Kritik Ideologi
Kritik terhadap ideologi adalah kritik terhadap kepentingan pemegang otoritas dan pengetahuan yang mereka miliki, untuk menggiring akal publiknya.
Kritik dari contoh luas kita di ruang underground cyber, memberikan contoh mendasar bagaimana kesalahan yang ada dan merasakan bahwa dirinya mapan dan benar sendiri akan terus dikritik dan mendapatkan gesekan keras dari mereka yang menemukan kesalahan atasnya, dan hal ini dilakukan secara bebas. Dengan memanfaatkan  ruang publik dan kemungkinan luas publisitasnyalah individi menyebarkan pembelaannya dan dukungan praktisnya ke dalam ruang sosial mayantara. Dari sanalah fakta akan menemui pendapat kolektif.
Kritik kekuasaan MUI dan fakta yang berkebalikan di lapangan adalah kepongahan mereka kali ini, dan ummat memang perlu menanggung sabar sebaik mungkin dan menjadi bijaksana.
Masyarakat terus belajar bijaksana dengan menyaksikan orang-orang yang kurang bijaksana, begitulah manusia yang dibekali sabar dan tawakkal bersikap. Semoga ALLAH senantiasa merahmati ummat Islam di bumi Nusantara, dan ummat lainnya yang harus menanggung kesalahan teoritis dan kesalahan penerapan kekuasaan negara saat ini. Semoga doa untuk dihapusnya pemerintah rusak dan bermasadepan suram itu segera terlaksana.

Dan
Semestinya bukan kebencian yang bersulut sulut dalam menghadapi ini semua. Publik bisa menciptakan kritik massalnya dengan kedekatan satu sama lain dalam ruang sosial mayantara, ruang yang memudahkan orang bersentuhan dengan mereka yang lebih banyak. Keadaan era informasi digital adalah era saat yang mayoritas dalam jumlah akan menggerakkan sistem, bukan lagi kekuasaan yang tidak bertanggungjawab yang terdiri atas beberapa orang kurang amanah.
Kini tak ada lagi efektifitas surat kepada pemimpin, Jejaring sosial maya adalah jawaban pas untuk menggerakkan ruang, dari ruang maya kepada ruang nyata.
Semua ini menjadi mungkin, karena internet tidak dikontrol oleh otoritas yang otoriter dan menindas beberapa hak Anda.
Tetapi, setidaknya Anda harus selalu waspada dan terus mawas diri terhadap ruang maya Anda. Tidak semua informasi di sini adalah benar sepenuhnya.
Dalam lautan informasi inilah, justru ada hitungan tak terbatas (yang terus meningkat), atas celah distorsi. Yang mampu menyimpangkan pikiran dan nalar Anda tentang sesuatu.

"Keep Learning and Watching around, keep aware"

Saturday, August 27, 2011

How Airlines Use Twitter [Infographic]

How Airlines Use Twitter [Infographic]
by Richard Darell (bitrebels.com)

It’s not a complete surprise that more and more companies actually get what Twitter is all about.  It’s not even a huge surprise that companies that seemingly wouldn’t really profit from tweeting (because of the way the company is run) are still starting to embrace the service.  I personally think it’s great, and it sheds new light on how they are evolving into something more organic rather than just huge corporate infrastructures that even the tycoons of the business find boring in today’s business landscape.
It’s not only inspiring, but it also goes to show that Twitter has an enormous impact on any company if they just decide to use it right.  By “right,” I don’t mean following all the guidelines that have been set up by the early adopters of the service.  No, I mean to use it in the way that it profits the company and enhances the look of the brand without necessarily becoming a boring ole discount sharing tweet machine.
It’s interesting; however, to see how airlines have adopted Twitter in their own form.  The instant recognition of right and wrong is what stands out the most here.  If a negative tweet is tweeted by an unhappy customer, the airline has a chance to deal with the issue right away.  Whether it be to dismiss the complaint or to reward the customer in public for pointing out service flaws, it’s a way to reach out and do some good.
This really interesting infographic from Travel 2.0 Consulting is a great look at how airlines are adopting the service, and how they supposedly are doing it.  But as with any company, the larger it is, the harder it will become to keep track of what everyone is doing.  So, all the negativity might not hit the highest hen before the damage is already done.  I am sure they are working on optimizing that… or so I hope!


>>Click here to see the full-view infrographic<<



Friday, August 26, 2011

Social media talks about rioting 'constructive'

BBC_The government and police have not sought any new powers to shut social networks, the Home Office said after a meeting with industry representatives. Instead they held "constructive" talks aimed at preventing violence being plotted online through existing co-operation, the Home Office said. The meeting with representatives from Twitter, Facebook and Blackberry was held in the wake of English city riots. The prime minister has said police may need extra powers to curb their use. Networks such as Blackberry Messenger - a service which allows free-of-charge real-time messages - were said to have enabled looters to organise their movements during the riots, as well as inciting violence in some cases.

Criminal behaviour
Following Thursday's meeting, a Home Office spokeswoman said: "The home secretary, along with the Culture Secretary and Foreign Office Minister Jeremy Browne, has held a constructive meeting with Acpo (the Association of Chief Police Officers), the police and representatives from the social media industry. "The discussions looked at how law enforcement and the networks can build on the existing relationships and co-operation to prevent the networks being used for criminal behaviour. "The government did not seek any additional powers to close down social media networks."

Dispelling rumours
Prime Minister David Cameron has also said the government would look at limiting access to such services during any future disorder. A Twitter spokeswoman said after the meeting that it was "always interested in exploring how we can make Twitter even more helpful and relevant during times of critical need". She added: "We've heard from many that Twitter is an effective way to distribute crucial updates and dispel rumours in times of crisis or emergency." A Facebook spokesperson said: "We welcome the fact that this was a dialogue about working together to keep people safe rather than about imposing new restrictions on internet services." The company said it had highlighted the role Facebook played during the riots, such as people staying in contact and organising the clean-up. "There is no place for illegal activity on Facebook and we take firm action against those who breach our rules." A number of people have appeared in court in recent weeks for organising or attempting to organise disorder on social networks. Perry Sutcliffe-Keenan and Jordan Blackshaw Perry Sutcliffe-Keenan and Jordan Blackshaw were jailed for four years for incitement on Facebook Jordan Blackshaw, 21, from Marston, Cheshire, and Perry Sutcliffe-Keenan, 22, from Warrington, Cheshire, were jailed for four years for online incitement. Blackshaw had created a Facebook event entitled "Smash Down Northwich Town" while Sutcliffe-Keenan set up a Facebook page called "Let's Have a Riot in Latchford". Both have said they will appeal. Meanwhile, 21-year-old David Glyn Jones, from Bangor, north Wales, was jailed for four months after telling friends "Let's start Bangor riots" in a post that appeared on Facebook for 20 minutes. And Johnny Melfah, 16, from Droitwich, Worcestershire, became the first juvenile to have his anonymity lifted in a riot-related case for inciting thefts and criminal damage on the site. He will be sentenced next month.

Plotting violence
In the aftermath of the riots, which spread across England's towns and cities two weeks ago, Mr Cameron said the government might look at disconnecting some online and telecommunications services if similar circumstances arose in the future. "We are working with the police, the intelligence services and industry to look at whether it would be right to stop people communicating via these websites and services when we know they are plotting violence, disorder and criminality," he told MPs during an emergency session of Parliament. Tim Godwin, the Met police's acting commissioner, also said last week that he considered requesting authority to switch off Twitter during the riots. However, he conceded that the legality of such a move was "very questionable" and that the service was a valuable intelligence asset. Meanwhile, Guardian analysis of more than 2.5 million riot-related tweets, sent between 6 August and 17 August, appears to show Twitter was mainly used to react to riots and looting, including organising the street clean-up. The newspaper found the timing of the messages posted "questioned the assumption" that Twitter was used to incite the violence in advance of it breaking out in Tottenham on 6 August. Currently, communications networks that operate in the UK can be compelled to hand over individuals' personal messages if police are able to show that they relate to criminal behaviour. The rules gathering such queries are outlined in the Regulation of Investigatory Powers Act (RIPA).

original page: http://www.bbc.co.uk/news/uk-14657456

Hukum Penalaran dan Ilmu Hukum

  Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut ultricies efficitur nunc id accumsan. Aliquam quis facilisis felis. Integer...